Sabtu, 10 Desember 2016

                                      Siapa namaku dihadapanmu ?

Angin itu semkain kencang
Air yang tenang semakin deras
Percikan kaca yang perlahan menggores
Tak ada luka memang
Tapi entahlah...
Semua begitu cepat terasa sakit

Peranku hanya selembar daun benalu
Bukan sebagai sembunyian permata
yang tertutup jutaan butir pasir
Terlupakan memang
Teracuhkan sudah jelas
Karena liur yang jatuhpun akan terinjak 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar